DOWNLOAD SMADAV 2010 REVISI TERBARU (JULI 2010)

30 07 2010

Smadav 2010 Revisi 8.2 diluncurkan. Pada Rev. Terbaru telah dilakukan perbaikan berbagai bug, dan penambahan teknologi baru di dunia antivirus yaitu, Smad-Lock, fungsinya untuk mengunci flashdisk Anda sehingga hampir tidak mungkin terinfeksi virus. Serta berbagai penambahan fitur dan perbaikan lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




AVG Internet Security 9.0 Full Version

29 07 2010

AVG Internet Security akan memberikan perlindungan yang aman untuk anda ketika menjelajahi, menelusuri, mengunduh, bertransaksi perbankan, dan berbelanja online dengan aman. Dan melindungi komputer anda dari serangan-serangan seperti virus, spyware, adware dan trojan Dengan AVG Internet Security,  Anda senantiasa mendapatkan pengalaman online secara aman. Dengan beberapa lapis perlindungan dari Internet Security, Anda tidak perlu cemas dengan pencurian identitas, spam, atau virus. Dan ini bahkan mencegah Anda secara tidak sengaja mengunjungi situs berbahaya. Baca entri selengkapnya »





Implementasi Sistem Informasi Manajemen

20 07 2010

dalam proses perubahan dari sistem manuali ke sistem komputerisasi banyak kendala yang sering di uraikan baik dari pihak pengembang maupun pihak institusi, mualai dari masalah data hingga ke masalah aplikasi yang kurang sesuai dengan kondisi dilapangan.

Nnamun dibalik itu semua ada hal yang kurang mendapat perhatian pada saat proses pengadaan sistem informasi manajemen ya itu tentang manajemen project dari vendor, user akan slalu berpegangan teguh pada harga dan kemudahan pengoperasionalan sistem.

Baca entri selengkapnya »





SELAMAT TINGGAL, MANUAL !

22 10 2009

Ketika anda memasuki pintu masuk utama sebuah Rumah Sakit , terlintas dibenak anda betapa rumitnya kegiatan yang ada didalamnya. Terutama untuk melayani dan memuaskan konsumennya yang jumlahnya ratusan bahkan ada yang ribuan setiap harinya.. Situasi tersebut dihadapkan dengan adanya perkembangan teknologi di bidang informasi yang telah memberikan pengaruh dalam segala aspek kehidupan. Perilaku masyarakat pengguna RS inipun mengalami perubahan yang luar biasa. Demikian juga di dalam pengelolaan rumah sakit, masyarakat pengguna jasa rumah sakit mulai menuntut layanan yang lebih baik dan lebih cepat. Guna menjawab tantangan tersebut   sudah sepantasnya para  direktur rumah sakit, melakukan salah satu gebrakan dengan menerapkan Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit atau SIM-RS (Hospital Management System).

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sebuah program aplikasi yang dirancang untuk meningkatkan kinerja para, Dokter dan asisten dokter, Bidan dan Perawat,  Staff Administrasi dan Personalia ,Apoteker,Logistik serta TOP Manajerial sehingga akan mendapatkan berbagai kemudahan selama mereka menjalankan operasional kerja sehari-hari. Melalui program aplikasi ini, seluruh pihak rumah sakit akan dapat dengan mudah, cepat, akurat dalam mengetahui dan menyajikan data-data pasien, melakukan pengolahan data secara terintegrasi dari setiap unit, berkomunikasi dengan sub bagian lainnya up to date dengan berbagai kegiatan maupun perkembangan di rumah sakit dimana mereka berada dan kapanpun mereka memerlukannya dengan cukup didepan sebuah komputer yang telah terhubung melalui sistem jaringan local area network (LAN), Wireless Area network(WAN) dan lain lain-lain. Cepatnya proses pengolahan dan tingginya akurasi dalam perhitungan data-data karena semua proses dan perhitungan dilakukan secara terintegrasi dan otomatis akan meningkatkan kualitas para tenaga medis di rumah sakit karena kemampuan mereka di dalam menyiapkan dan memberikan layanan kesehatan akan benar-benar diuji. Tingginya kualitas layanan para karyawan rumah sakit karena mereka akan dituntut untuk bisa memberikan layanan dan informasi yang sifatnya real time dan akhirnya  dapat meningkatkan citra rumah sakit sebagai the leading hospital di dalam memberikan Quality Health Services. Lantas apa yang dimaksud dengan Billing System itu? Billing System dari 2 (dua) kata bahasa Inggris yaitu bill yang bermakna bon, rekening atau tagihan  dan system yang bermakna sistim, jaringan atau susunan merupakan salah satu aplikasi sistem pembayaran rumah sakit untuk pelayanan pasien pada Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Rawat Inap serta Instalasi Sarana penunjang (Laboratorium, Radiologi dll),  jadi boleh dikata billing system adalah bagian aplikasi dari SIM-RS.  Sebagaimana diketahui saat ini banyak rumah sakit pemerintah telah menjelma berstatus BLU dan BLUD.  Dengan BLU dan BLUD rumah sakit dapat mengelola keuangan secara mandiri, sehingga proses berlangsung lebih cepat. Hal ini membuat pembiayaan operasional lebih cepat dilaksanakan. rumah sakit dapat lebih mengedepankan transparansi pengelolaan keuangan pembayaran atas jasa pelayanan yang berdasar  remunerasi (pembagian jasa berdasarkan kinerja) diberikan kepada dokter, perawat, atau jasa petugas kesehatan lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan transparan. Dengan kondisi ini operasional akan lebih cepat dan mutu pelayanan dapat ditingkatkan. Untuk itu sarana prasarana dan sistem yang mendukung mutlak diperlukan  diantaranya dengan keterbukaan dan tranparansi manajemen yang bagus serta on-line dan itu berarti SIM-RS merupakan sesuatu yang mutlak (wajib) ada karena inti dari SIM-RS adalah pengelolaan keuangan menuju ke Transparansi dan Akuntabel. Billing System merupakan awal dari SIM RS  selain untuk memback-up proses BLU dan BLUD juga dapat digunakan untuk mengerjakan remunerasi menuju tujuan BLU dan BLUD diantaranya dalam peningkatan mutu pelayanan, pelayanan menjadi transparan karena semua data terekam, dan pengelolaan keuangan menjadi transparan dan akuntabel yang dapat diketahui langsung oleh pasien. Dengan sistem remunerasi berarti mengakui  pekerjaannya sesuai dengan keringatnya, diharapkan pada akhirnya kinerja dan mutu pelayanan akan meningkat. Bagaimana kondisi SIM-RS di Anda?. Jika kita andaikan output atau data yang dihasilkan SIM-RS adalah sebuah hidangan suatu masakan maka kondisi riil saat ini bisa dikatakan bahwa masyarakat RS secara umum belum semua menikmati secara penuh bahkan banyak rumah sakit dan bagian-bagian tertentu di rumah sakit maupun pemeagang saham yang hanya mencium baunya saja sudah malas apalagi mencicipi dan menikmatinya padahal jika mau mencicipi niscaya akan ketagihan dan lengket. Sebagai contoh penikmat sejati beberapa rumah sakit menuntut setiap pemeriksaan yang akan dilakukan harus di entry dahulu sehingga kebocoran pendapatan dapat diminimalisasi sampai 99.9% bahkan 100%,. Berbagai pertanyaan yang sering dikemukanan baik oleh tenaga medis maupun paramedis seputar mengenai jasa saat inipun sudah dapat dijawab  oleh SIM-RS baik secara total mapun by name (per nama). Pendapatan bulanan, harian, perjam pun sudah bisa disajikan dengan SIM-RS ini. Pembagian jasa ingin dilakukan awal bulan, setiap minggu bahkan harian secara sistem sudah siap.  Secara faktual sebenarnya. Sekarang pertanyaannya adalah apakah konsumen bersedia mencicipi dan menikmati hidangan yang kita sajikan? Dan jika mau kita yakin  bahwa harapan bahkan  mimpi-mimpi kita dapat menjadi sebuah kenyataan. Jadi, lupakan manual, dan beraliahkan ke data electronik





Setting Google APPS untuk E-mail

15 10 2009

Ternyata setting google apps untuk email itu gampang2 susah.. hehe.. Saya sampe bingung. Apaan tuh Google Apps? Ntar saya coba jelasin yah.. Moga2 gak salah jelasinnya.. wkwkwkw…

Kalo anda punya domain misalnya garutleather.com dan anda ingin mengelola email yang ada pada domain tsb, anda bisa coba Google Apps. Google Apps memiliki fitur yang dimiliki oleh Gmail seperti perlindungan terhadap spam dan 6GB ruang penyimpanan.

Keuntungan pertama menggunakan Google Apps untuk email kita adalah penggunaan Google server sebagai tempat penyimpanan daripada tempat hosting kita. Kita tidak perlu khawatir tentang kapasitas hosting. Banyak hosting yang menggunakan kapasitas terbatas (karena alasan reliabilitas pelayanan atau biaya). Untuk mengatasi masalah pembatasan tersebut, kita perlu membatasi quota untuk setiap email, 10MB setiap email sebagai contoh. Dengan Google Apps, setiap email akan memiliki kapasitas sama dengan Gmail yang sekarang adalah 6GB.

Keuntungan kedua adalah adanya penyaringan anti spam. Saya tidak mengatakan bahwa kita akan terbebas sama sekali dari spam. Namun paling tidak ada fasiltas anti spam di email kita. Jika kita menggunakan server email sendiri, kita perlu menangani hal tersebut sendiri. Untuk para ahli, tentunya hal ini bukan masalah. Akan tetapi bagi saya, hal ini adalah masalah karena saya bukan ahlinya yang perlu waktu untuk belajar hal ini. Saya lebih memilih cara paling mudah dengan membiarkan Google Apps menggunakan anti spam yang dimiliknya di email saya.

Cara mengintegrasikan domain/hosting anda dengan Google Apps sbb:

Buka situs http://www.google.com/a/cpanel/domain/new
Centang/contreng Administrator: I own or control this domain
Pada kotak Enter your domain name masukkan nama domain anda, misalnya garutleather.com
Jangan lupa klik Get Started
Masukkan data2 yang diperlukan lalu klik Continue

Langkah selanjutnya pada isian Your administrator account, masukkan alamat email yang anda inginkan, misalnya admin atau info atau support
Masukkan passwordnya, baca Terms and Conditions lalu klik tombol I accept. Continue with set up

Selanjutnya ada 2 metode yang bisa anda pilih
1. Mengupload sebuah file HTML ke iniwebsaya.com
2. Mengubah iniwebsaya.com CNAME record

Pilih salah satu lalu klik tombol Continue.
Anda harus menyelesaikan langkah2 yang dianjurkan oleh Google Apps.
Jika anda memilih nomor 1, anda akan diminta untuk membuat sebuah file HTML misalnya dengan nama googlehostedservice.html dan kopi paste tulisan dibawahnya seperti google3022840934710c46 di file HTML tsb.
Jika sudah silahkan klik tombol “I’ve completed the steps above

Jika anda memilih metode nomor 2, maka anda akan diminta mensetting CNAME records sesuai dengan data yang muncul di layar komputer anda. Setelah anda memasukkan nama CNAME baru anda seperti google3022840934710c46 dan apabila anda sudah mengarahkan CNAME records ke google.com silahkan klik tombol “I’ve completed the steps above“.

Nanti kalo sudah selesai, alamat untuk mengakses email anda akan menjadi seperti ini : http://mail.google.com/a/garutleather.com dan email anda akan lebih keren namanya menjadi : aguskurn@garutleather.com

selamat mencoba





SIMRS – Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

14 10 2009

Sistem Informasi Rumah Sakit atau SIRS atau juga sering di sebut SIM-RS, kian marak dan dipergukana di berbagai Rumah Sakit baik Pemerintah maupun Swasta,  namun sayang seribukali sayang banyak Rumah Sakit yang tergiur dengan portofolio vendor yang banyak dengan tidak dilakukan kunjungan ke rumah sakit yang tetera di portofolio, untuk memastikan apakah Sistemnya berjalan atau tidak.

berikut ada beberapa  langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Rumah Sakit yang ingin menerapkan SIRS atau SIMRS

1. dokumen administrasi dengan di chek langsung ke lokasi perusahaan berada, sehingga bukan cukong yang memenangkan tender / proyek SIM-RS

2. tenaga ahli dengan mengkontak langsung beberapa tegana ahli yang tercantum untuk mengcroschek kebenarannya, terutama Team leader dan koordinator dari (System Analis, Programmer dan Implementer)

3. demo konsep dan aplikasi yang sesuai dengan kondisi Rumah Sakit

4. beauty contest dengan melibatkan sample user bahkan bila perlu user bisa mencobanya

5. site visit atau kunjungan ke Rumah Sakit yang telah menggunakan Sistem Informasi Rumah Sakit tersebut minimal telah berjalan 3 tahun

6.pilih vendor yang menawarkan sistem kerja sama atau Join Development

kiranya keenam point diatas yang harus menjadi acuan bagi pengelola Rumah Sakit baik itu Panitaia Pengadaan maupun pihak Manajemen dan Pemilik Rumah Sakit  sehingga tidak akan tergiur dengan portofolio yang banyak padahal hanya satu Rumah Sakit yang masih menggunakannya itupun baru beberapa bulan

wasalam





Simrs

14 10 2009

Pengembangan Sistem Informasi dan Hambatan-hambatannya:

Pengelolaan data Rumah Sakit yang sangat besar baik data medik pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki oleh rumah Sakit sehingga mengakibatkan :

1.        Redudansi Data, pencatatan data yang berulang-ulang menyebabkan duplikasi data sehingga kapasitas yang di perlukan membengkak dan pelayanan menjadi lambat, tumpukan filing sehingga memerlukan tempat filing yang cukup luas.

2.        Unintegrated Data, penyimpanan data yang tidak terpusat menyebabkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyai asumsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit /Instalasi.

3.        Human Error, proses pencatatan yang dilakukan secara manual menyebabkan terjadinya kesalahan pencatatan yang semakin besar dan tidak singkrong dari unit satu ke yang lainya dan akan menimbulkan banyaknya perubahan data (efeknya banyak pelayanan akan berdasarkan sesuka perawan/dokter sehinga dokter / perawat bisa menambah bahkan mengurangi data/tarif sesuai dengan kondisi saat itu, misal yang berobat adalah sodaranya makan dengan seenaknya dokter/perawat memberikan discont tanpa melalu prosedur yang tepat. Dan menimbulkan kerugian pada rumah sakit.

4.        Terlambatnya Informasi, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus direkap secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang dapat dipercaya kebenarannya.

Era globalisai yang ditandai dengan adanya Perdagangan bebas mengharuskan sektor Kesehatan terutam Rumah Sakit untuk meningkatkan daya saing dengan memberikan pelayanan yg sebaik-baiknya kepada pelanggan ataupun pasien bahkan penyajian laporang yang akurat bagi para pengambil keputusan, bakan rumah sakit vertical cenderung untuk segera merubah tatana rumah sakit menjadi sebuah badan layanan umum, sehingga lebih mudah dalam penataan administrasinya.

Guna mengatasi hambatan–hambatan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, keberadaan “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit” sangat dibutuhkan, sebagai salah satu strategik manajemen dalam  meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memenangkan persaingan bisnis.

Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.

Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan system informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:

  1. Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
  2. Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
  3. Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
  4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
  5. Komitment (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan system karena system tidak akan berjalan tanpa di Input)
  6. SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah system dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)

Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.

Di bidang    kesehatan    terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong ‘Indonesia Sehat 2010’.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat dapat teraplikasikan dengan sukses :

  1. Development Master Plan, cetak biru pembangunan harus dirancang dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu tidak terbatas.
  1. Integrated, dengan integrasi antar semua bagian organisasi menjadi satu      kesatuan, akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan ketidakkonsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang tenga medis.
  1. Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter, perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang pengembangan system informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).
  1. Teknologi Informasi, ketepatan dalam memilih Teknologi Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware), Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network). Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi adalah :

ü       Price, harga sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat

ü       Performance, diukur dari kemampuan, kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun penampungan data

ü       Flexibility, kemampuan Teknologi Informasi saling beradaptasi dan  kemudahan pengembangan di masa yang akan datang

ü       Survivability, berapa lama Teknologi Informasi mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar

ü       Yang paling penting adalah sesuikan dengan kebutuhana pengembangan kemasa depan tentunya

Selain mengikuti suatu siklus hidup, dalam pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan beberapa pendekatan, seperti:

1. Systems Approach

Pendekatan sistem merupakan pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai suatu kesatuan yang utuh terintegrasi dengan semua kegiatan-kegiatan lain di dalam organisasi. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya memperhatikan sasaran dari sistem informasi saja.

2. Top-Down Approach

Pendekatan ini dimulai dari tingkatan atas organisasi (strategic planning level), yaitu dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi dapat ditentukan, maka proses turun ke penentuan output, input basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan dari atas ke bawah ini sesuai dengan pendekatan sistem.

3. Modular Approach

Pendekatan moduler memecah-mecah sistem yang rumit menjadi bagian modul-modul yang lebih sederhana. Sebagai akibatnya, tiap-tiap modul dapat dikembangkan dalam waktu yang tepat sesuai dengan yang direncanakan, mudah dipahami dan mudah dipelihara.

4. Evolutionary Approach

Pendekatan ini akan menghasilkan suatu sistem yang mampu beradaptasi dengan perkembangan-perkembangan organisasi di masa yang akan datang, sehingga didapatkan suatu sistem yang mempunyai biaya pemeliharaan yang rendah.

Secara besar system informasi harus dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit

  1. Rumah Sakit Vertikal
  2. Rumah Sakt Umum Daerah
  3. Rumah Sakit Umum Swasta
  4. Rumah Sakit Spesialist

Dengan dikelompokannya rumah sakit kedalam kelompok-kelompok diatas guna mempermudah sejauh mana tingkat kebutuhan system informasi terutama yang di dasarkan pada modular, modul-modul yang di gunakan oleh rumah sakit daearh tentu akan berbeda dengan rumah sakit vertical maupun swasta.

Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah

  1. ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan system informasi yang terintergrasi dan berbasi kmputer.
  2. penyajian data yang belum semua menjadi data electronic yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
  3. Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data transakit.
  4. koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing
  5. berubah-ubahnya kebijakan
  6. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi
  7. pemahaman yang belum merata antara SDM terkait
  8. dan lain-lain

Pengalaman Penulis bisa diminta melaui e-mail aguskurn@gmail.com atau call ke 08128377662