Garut Sudah Patenkan 31 Motif Batik Khas Daerah

25 10 2009

Juju Juariah (kiri) dan Yati menyelesaikan pengerjaan batik Garut di Selasar Sunaryo, Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/12). Buku berbahasa Belanda berjudul Garut en Omstreken menyebutkan, pada 1920-an batik Garut sudah dijadikan buah tangan khas yang kerap dibawa orang sepulang dari daerah itu.GARUT, KOMPAS.com – Sebagai warisan busaya asli Indonesia, batik tersebar di hampir seluruh pelosok daerah termasuk batik khas Garut, Jawa Barat yang sering disebut Batik Garutan. Sejauh ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut sudah mendata motif-motif batik garutan yang jumlahnya sudah mencapai ratusan.

“Namun dari ratusan motip produk kearifan lokal tersebut, hingga kini hanya 31 jenis motif yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sedangkan selebihnya masih diproses,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda setempat H. Budiman, SE, M.Si, Jumat (2/10).

Budiman mengatakan barik garutan memiliki ciri khas bentuk geometrik sebagai ragam hiasnya. Bentuk geometrik umumnya mengarah pada garis diagonal dan bentuk “kawung” (belah ketupat). Selain itu, terdapat motif flora dan fauna. Warnanya didominasi krem dipadukan dengan warna cerah lainnya, yang juga merupakan karakteristik khas batik garutan.

Para pelaku industri batik garutan sudah melakukan kategorisasi untuk produk yang dijual ke pasaran. Kini terdapat tiga logo batik garutan, masing-masing logo emas untuk batik tulis, logo perunggu untuk batik semi batik tulis dan printing, serta logo perak untuk batik printing.

Kegiatan usaha pembatikan di Garut merupakan warisan nenek moyang secara turun temurun dan telah berkembang lama sebelum masa kemerdekaan. Batik Garut semakin popular dengan sebutan Batik Tulis Garutan mulai tahun 1945 dan mengalami masa kejayaaanya antara tahun 1967 hingga 1985 dengan 126 unit usaha. Namun, industri batik garutan mengalami penurunan akibat semakin pesatnya batik printing/batik cap dan kurang minatnya generasi penerus pada usaha batik tulis.

Saat ini pengolahan batik garutan terkonsentrasi di Garut Kota, dengan rata-rata kapasitas produksi setiap tahun 1.296 potong, yang dikelola tiga pengusaha termasuk produsen. Untuk menggiatkan kembali industri batik garutan, Budiman mengharapkan warga Garut mendukung dengan menggunakan batik khas tersebut. Pemerintah daerah setempat juga sudah mewajibkan semua pegawai mengenakan batik setiap Jumat.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: