Muslimah Belanda Bicara Pengalaman Mereka

29 08 2009

Den Haag -Ciri mereka sangat menonjol: selain berpakaian rapat, juga bibir mereka selalu bersalawat setiap disebut nama sang panutan Muhammad SAW. Para muslimah Belanda berbicara agama baru mereka…

Tammy, mahasiswa pedagogi sosial, “Keinginan untuk mengabdi kepada Allah menembus segalanya, sekolah, masa depan, semua apa saja yang saya lakukan. Begitulah Allah telah berfirman dalam kitab-Nya. Dan itu telah membawa saya menemukan jawaban apa hakikat hidup ini.”

“Saya telah menemukan kunci surga. Dan itu adalah segalanya buat saya. Saya tak memerlukan yang lainnya lagi,” jelas Tammy, mengenai pilihan baru jalan hidupnya. Wanita belia ini kini ke mana-mana berjilbab rapat, termasuk mengikuti kuliah.

Mengenai reaksi sosial di sekitarnya, Tammy menambahkan bahwa teman-temannya bereaksi baik. Salah satu dari mereka adalah seorang lesbian. “Dia semula sangat takut kalau saya tiba-tiba tidak menyukai atau tidak mau berteman lagi dengan dia. Hal itu bisa saya mengerti karena mereka sama sekali tidak tahu apa itu islam. Selebihnya teman-teman saya berpendapat ok,” tegasnya.

Sementara itu Angela bahkan bercadar, yang nampak cuma kedua matanya saja. “Semua begitu cepat. Saya ingin melakukan semuanya sekaligus,” cerita Angela.

“Saya mempunyai masa lalu yang parah. Apa yg memberi saya perasaan nyaman adalah saya sekarang jadi mempunyai tujuan dalam hidup ini. Begitu saya melihatnya. Dulu saya hidup biasa. Saya dulu tidak tahu apa tujuan hidup di dunia ini,” tandasnya.

Pakaian

Mengenai pakaian, Tammy mengatakan bahwa dia kini tidak bisa lagi tanpa jilbab. “Kalau orang menyuruh saya keluar rumah tanpa jilbab, maka saya akan merasa telanjang. Dengan jilbab saya juga merasa lebih aman,” ujarnya.

“Saya berpendapat bahwa wajah saya harus tertutup dengan cadar dan saya merasa paling nyaman dengan itu. Saya merasa bahwa sangat kurang menyenangkan kalau banyak pria menatap saya (tanpa cadar),” timpal Angela.

Fahima, baru lulus dari fakultas kedokteran menambahkan bahwa dengan jilbab dia merasa nyaman. “Jika acara ulang tahun (orang meminta) bolehkah saya menciummu? Nee. Lebih baik tidak. Ada tatacara bergaul tertentu yang jelas dalam islam antara pria dan wanita, yang dengan itu saya merasa nyaman. Sebab saya merasa terlindungi,” paparnya.

Sedangkan Siham, mahasiswa fakultas hukum, mematahkan pandangan orang yang menilai bahwa jilbab itu adalah bentuk penindasan pria terhadap wanita. “Kalau orang mengaitkan bahwa jilbab simbol penindasan pria terhadap wanita, maka orang itu bodoh. Sungguh orang itu bodoh,” tegasnya.

Meskipun di antara mereka ada yang mencontoh praktik berpakaian ummul mukminin seperti Angela, namun mereka sepakat bahwa wanita muslimah wajib menutup aurat dan definisi aurat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. (Bersambung)

sumber detik.com

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: