Dangdutan di Ruang Sidang DPRD

14 08 2009

KEPANJEN – Ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang ternoda. Di ruangan itu sore kemarin digunakan pesta joget bersama penyanyi-penyanyi cantik. Ada juga beberapa anggota dewan yang tampak sempoyongan. Ulah para wakil rakyat itu dilakukan pada saat ada pentas musik dangdut yang juga berlangsung di tempat tersebut.

Ironisnya, panggung untuk pentas dangdutan itu menggunakan tempat yang biasanya diisi kursi pimpinan dewan dan pejabat pemkab. Dangdutan itu sendiri digelar mulai pukul 14.00 dengan dalih perayaan Agustusan. Namun, sejumlah informasi, pentas dangdut itu juga untuk memeringati ulang tahun Ketua DPRD Suhadi.

Buntutnya, salah seorang wartawan Surya Biro Malang Imam Taufiq dipukuli salah satu anggota dewan yang bernama Sugianto. Saat aksi pemukulan itu, Sugianto diduga terpengaruh minuman keras (miras).

Pada saat pementasan berlangsung, sejumlah anggota dewan laki-laki terlihat berada di jajaran meja paling depan. Begitu juga sejumlah anggota dewan perempuan. Tampak istri anggota dewan juga hadir. Sambil menyantap hidangan yang disiapkan, mereka asyik mendengarkan lantunan lagu dari penyanyi pria.

Namun menginjak lagu kedua, sejumlah penyanyi perempuan menggunakan pakaian ketat dengan rok mini tampak berliuk-liuk di depan wakil rakyat. Melihat penampilan empat penyanyi dengan make up yang mencolok, sejumlah anggota dewan perempuan memalingkan mukanya dan meninggalkan ruangan.

Di antaranya, Hikmah Bafaqih, Siti Mahmudah, dan Enik Finawati. Begitu pula anggota dewan laki-laki juga banyak yang meninggalkan tempat. Praktis ruangan itu “dikuasai” anggota dewan dari PDIP.

Sejak saat itu, tensi pertunjukkan musik dangdut semakin memanas. Sejumlah staf DPRD Kabupaten Malang terlihat maju ke depan panggung. Mereka ikut berjoget mengikuti irama. Saat itulah sejumlah wartawan maju ke depan untuk mengabadikan momen tersebut.

Tidak lama berselang, Ketua Dewan Kabupaten Malang Suhadi naik panggung. Dia pun mengatakan bahwa acara tersebut merupakan HUT ke-46 kemerdekaan RI. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa kegiatan itu menggunakan uang pribadi. “Ini uang pribadi dan bukan perayaan ulang tahun saya,” ujar Suhadi, anggota dewan dari PDIP, saat di atas panggung.

Setelah kejadian itu, sejumlah wartawan dari media cetak maupun elektronik dihubungi sejumlah dewan. Mereka meminta agar pementasan dangdut di ruang paripurna tidak diberitakan. Alasannya, acara tersebut hanya peringatan Agustusan saja.

Puncaknya, setelah wartawan keluar ruangan dan meninggalkan lokasi. Namun beberapa saat kemudian ada informasi kalau di ruang paripurna juga digunakan pesta miras oleh beberapa anggota dewan. Kemudian, sejumlah wartawan yang mendengar informasi itu mencoba menghubungi anggota dewan dari PDIP, Sugianto, melalui SMS. Selanjutnya, Sugik -panggilan akrab Sugianto- menelepon Imam Taufiq.

Sugik lalu minta Taufiq melarang teman-temannya memberitakan acara di ruang paripurna. Bahkan, menurut wartawan Memo Arema Santoso, salah satu saksi mata, sempat ada ancaman akan memukuli wartawan yang akan menulis berita. “Sempat kedengaran keras. Karena HP Taufiq di-loudspeaker,” kata Santoso, saat dihubungi kemarin.

Karena Taufiq ingin mengklarifikasi pernyataan Sugik, sekitar pukul 15.30, sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik menuju ruang sidang paripurna. Saat itulah Taufiq bertemu dengan Sugik. Pertengkaran antara keduanya pun terjadi.

Karena lepas kontrol, Sugik yang kini terpilih lagi menjadi dewan dari PDIP untuk lima tahun ke depan itu, melayangkan pukulan ke wajah Taufiq. Suasana ruangan pun mulai tegang. Sejumlah dewan berusaha melerai. Kemudian Taufiq langsung keluar ruangan dan menuju ke warung depan gedung dewan. Sedangkan acara dangdutan masih tetap dilanjutkan. “Kami semua keluar ruangan menuju ke warung kopi,” urai Santoso.

Tidak lama kemudian, Suhadi, Sugik, Suaeb Hadi, dan sejumlah anggota dewan dari PDIP datang ke warung mengklarifikasi masalah itu. Menurut mereka, peristiwa yang baru saja menimpa Taufiq adalah sekadar bercanda.

Namun, Taufiq tidak mempedulikan dan berencana melaporkan kasus pemukulan ke polisi. Hingga petang kemarin Taufiq belum bisa dihubungi. Namun, tadi malam dia berencana melaporkan kasus ini ke Polres Malang.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Kusworo Wibowo membenarkan bahwa Taufiq sudah konsultasi untuk melaporkan masalah itu ke polisi. Dia sendiri masih menunggu laporan dari pihak korban.

Setelah laporan selesai akan langsung diproses sesuai aturan. “Tadi dia (Taufiq) masih sekadar laporan lisan. Akan kami tindaklanjuti setelah laporan resmi masuk,” kata Kusworo, saat dihubungi kemarin.

Sementara, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Malang Syamsul Hadi mengecam penggunakaan ruang sidang paripurna untuk dangdutan. Apalagi buntutnya ada dewan yang diduga mabuk. “Kegiatan yang dilakukan itu melanggar kode etik dewan,” tegasnya.

Menurut Syamsul, dirinya juga datang ke ruang paripurna. Awalnya dia diminta agar membacakan doa. Namun, setelah melihat acaranya, dia pun mengurungkan niatnya. “Sebab, tidak semua kegiatan diperbolehkan di tempat itu. Bahkan, sejumlah manasik haji sempat ditolak saat mengadakan acara di dalam ruangan tanpa alasan yang jelas,” terangnya.

Pihaknya juga akan segera meminta klarifikasi setwan DPRD Kabupaten Malang. Kenapa kegiatan tersebut tidak dilakukan di ruangan lain. “Nanti akan kami telusuri. Karena itu sudah melanggar kode etik,” kata Syamsul.

Sementara, Sekretaris DPRD Kabupaten Malang Any Prihantari hingga tadi malam belum bisa dikonfirmasi soal adanya pementasan musik dangdut di ruang sidang paripurna. Ketika dihubungi lewat HP-nya sebanyak empat kali, juga tidak diangkat. (bb/ziz)

sumber: http://jawapos.com/radar/index.php?a…ail&rid=107340

-Bener2 Gila….-

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: