mafia tender jilid 2

19 09 2008

Sebelumnya sudah kami bicarakan proses mafia mafi tender untuk mendapatkan tendernya mulai dari loby tingkat menteri hingga ke tingkat panita pengadaan barang dan jasa.

skrang kita bicarakan praktek-praktek tender pengadaan barang dan jasa di daerah-daerah, dengan asumsi beberapa daerah yang pernah saya kunjungi bahkan saya mendapatkan informasi langsung dari yang bersangkutan.

contoh saja suatu tender Sistem Informasi Rumah Sakit di pulau sumatera kita sebut saja begitu, project tersebut sudah di rintis 1 th sebelumnya dengan cara memasukan sumbangan sistem fron office dengan membebankan biaya pada pelatihan bukan pada lisensi produknya, lucunya lagi pengaturan tender ini melibatkan salah satu kepala dinas kesehatan yang berada di luar wilayah kerjanya bekerjasama dengan Direktur RSUD dan Ketua Dewan.

hasil kerja kerasanya merampungkan sebuah proejct yakni pengadaan barang dan jasa sistem informasi rumah sakit dengan anggaran dana diatas 500 jt lebih (menurut saksi pelaku dari pihak vendor), dengan pembagian sebagai berikut
50 % pihak perusaan local rumah sakit, kepala dinas diatas, pimpinan daerah dan ketua dprd
50 % Vendor

bayangkan saja dari 1 projet 50%nya kembali ke pemerintah daerah (rs, drpd, pemda dan orang terkait) andai saja dari 10 project seperti itu sudah brp rupiah urang yang di rauh oleh sang direktur rumah sakit.

yang lebih ironis lagi adalah pembagian hasil antara pengusaha dengan pejabat di departement / intansi setempat, mulai dari yang 5% hingga yang minta 60%
bahkan tak segan2 pejabat itu mengatakan “kalau ada mau silahkan dan buat saya 40% kalau tidak mau saya berikan sama orang lain”

itulah cerimanan wajah buruk pejabat2 negara kita
bagi pengusaha ini adalah bagai makan buah simalakama
diambil salah tidak diambil bgm dengan nasib perusahaan
belum lagi hrs membayar karyawan bukan
akhirnya yah seperti ini adanya
jalan yang harusnya tebal 5cm menjadi 3cm
bahkan indonesia termasuk dalam kategori no 1 dalam hal
pembuatan website termahal didunia dengan anggaran 9 millyar lebih..
dan website itu tidak kunjung selesai
padahal membuat website cukup dengan uang 2-5 juta saja
lainnnya dengan membaut portal yang memerlukan sebuahapplikasi (software)

ya itulah dunia negri kita..
teman saya berujar
“tender mengikuti dari koran itu sama saja bohong karena sudah ada pemenangnya/jagoannya”

ya perlu di reformasi adalah semua element jajaran pemerintah terutama ditingkat struktural

terima kasih
AP’98

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: