Bernafsunya Menjadi Caleg dan Capres

21 08 2008

diberbagai media tersirat berita berita tentang siapa siapa saja sosok para CAPRES  dan CALEG, hampir semua aktivis politik dan selebritis beramai-ramai mencalonkan diri untuk menjadi Caleg dan Capres, bahkan mereka rela untuk saling bersinggungan dengan sesama aktivis dalam satu naungan, yang akhirnya menimbulkan konflik internal partai dan ormas, ini disebabkan maraknya orang-orang untuk meju menjadi yang terdepan tidak pernah menghiraukan lagi rambu-rambu seorang pimpinan yang amanah, fatonah dan siddik.

coba kita simak, masa kita akan dipimpinan sama manusia manusia yang berfikiran kerdil, tdak pernah berfikiran dewasa yang difikirkan sama saja dengan orang-orang biasa, saya kira para politikus itu akan berfikiran betul-betul untuk rakyat dan bangsa ini, namun ternyata yang mereka fikirkan bagaimana caranya mengeruk kekayaan alam untuk kepentingan pribadi dan golongannya, bahkan tak aneh jika terjadi saling serang sesama satu naungan partai potilik.

sekian banyak partai dasarnya hampir semua sama, PANCASILA jadi siapapun yang memang tetap korupsi, kolusi dan nepotisme tentunya.

ada seorang anggota DPR berujar ayolah kawan gunakan namaku untuk kepentingan kalian, nama saya masih bisa didenger oleh pimpinan pemerintahan, dan lain sebagainya, bahkan seorang pimpinan parpol berujar bila pimpinan pemerintah tidak mau siap siap saja untuk di turunkan tahtanya. dan banyak lagi hal-hal aneh didalam kancah perpolitikan bangsa ini.

sampai saat ini tak satupun partai oposisi yang betul-betul oposisi atau sparing partner dari pemerintah, semuanya kembali kepada kepentingan pribadi dan golongan, maka tidak heren bila bulan ini PKS mendukung penuh SBY dan bulan depan sebaliknya, begitupun partai lainnya.

o yah mari kita tengong calon calon presiden yang mulai bermunculan

1. SBY tentu tak mau begitu saja meninggalkan kemewahan yang dimiliki saat ini, tinggal diistana, bebas dari kemacetan jakarta, tandatangannya masih berharga ratusan juta rupiah. tak akan rela untuk tidak menjadi calon presiden kembali.

2. Megawati, Gusdur, dan amin rais tentu juga belum merasakan kenyang, belum bisa menikmati sepenuhnya kemewahan yang diberikan oleh negara, penghormat dan ditakuti oleh rakyatnya..

3. Ratna Sarung pait, ini mungki sedang mimpi untuk jadi presiden dengan mengandalkan komunitas seni, padahal 50%pun seniman tidak akan mendukungnya.

4. rizal malarangreng ini sih keliatannya penyakit cemburu sama orang-orang yang lebih dahulu masuk istana.

dan lain sebagainya.. tak satupun yang murni benar2 dicalonkan oleh rakyat, tetapi atas kemauan sendiri dan kemauan pimpinan parpol.

kita tengok Caleg banyak orang rela merusak kantor partainya sendiri dengan alasan tidak masuk dalam susunan caleg yang diusung partainya baik di tingkat pusat hingga tingkat DPRD

aneh memang aneh…

Iklan

Aksi

Information

4 responses

22 08 2008
an1k03a

Artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

http://www.infogue.com
http://politik.infogue.com/bernafsunya_menjadi_caleg_dan_capres

23 08 2008
defrimardinsyah

Ya iyalah… namanya juga napsu… jadi jangan pilih mereka..

2 09 2008
Kang Paku

thanks yah an1k03a saran-saranya…

1 06 2009
redaksi

CAPRES DAN CAWAPRES MULAI SALING SERANG

Hardikan, kecaman, hinaan mulai dilakukan para capres dan cawapres. Tim sukses pun tak mau ketinggalan, mulai melancarkan aksi balasan.

Mendengar kata demi kata aksi tersebut, hati serasa miris jadinya. mereka saling memburukkan, membingungkan saling serang mempertontonkan pola kampanye yang tidak sehat.

Sempitnya fikiran tim sukses pemenangan capres dan cawapres tentang strategi dan karakter calon yang diusung semakin terlihat jelas. Mereka tidak menjelaskan kepada publik apa visi dan misi capres dan cawapresnya. Yang terjadi saling serang, saling memburukkan, debat kusir. Semua yang dilakukan justru akan semakin memperparah keadaan.

Dalam mata khayal, terbayang bagaimana jika budaya saling menyerang ini berimbas ke tingkat bawah. Semua bisa menimbulkan gesekan antar simpatisan calon. Yang kalah akan terjajah, marah, sehingga menimbulkan tawuran antar pendukung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: