Sebuah Imperium Menunggu Rubuh

29 05 2008

> Oleh: Amran Nasution
>
> Bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Amerika teramat sulit
> dilupakan. Betapa tidak? Dalam merintis karir militer, ia mondar-
> mandir menuai ilmu di negeri itu. Ia sempat dua kali mengikuti
> program latihan militer di Fort Benning, Georgia, di tahun 1976 dan
> 1982. Lalu, sekolah staf dan komando, 1991, ia tempuh di Fort
> Leavenworth, Kansas, tempat penggodokan para perwira yang amat
> bergengsi itu. Gelar S2, ia raih di universitas di sana. Tentu tak
> banyak perwira Indonesia yang begitu intens menimba ilmu dari
negeri
> yang punya pemenang nobel terbanyak di dunia.
>
> Maka dalam suatu kesempatan mengunjungi Amerika di tahun 2003,
> sebagai Menko Polkam, SBY berkata, `’I love the United State, with
> all its faults. I consider it my second country”. Terjemahan bebas
> penulis: “Saya cinta Amerika, dengan segala kesalahannya. Saya
> menganggapnya negeri kedua saya.” (lihat Al Jazeera English ā€“
> Archive, 6 Juli 2004).
>
> Tulisan ini tak bermaksud memperdebatkan ukuran atau kadar
> nasionalisme dari pernyataan itu. Meski yang mengucapkannya kini
> menjadi Presiden Indonesia.
>
> >
> Memang banyak orang mengecam buku itu, terutama kaum neo-
> konservatif (neokon) yang gemar menghasut Amerika untuk berperang.
> Tapi melihat keadaan sekarang ā€“ defisit APBN kian menggelembung,
> terorisme mengancam, citra dan wibawa rusak di mata dunia, serta
> kegagalan di Iraq dan mungkin Afghanistan ā€“ tak sedikit pula yang
> mempercayai ramalan Berman. Bagaimana Pak SBY?

Ref. dari milis urang sunda

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: