Sudah kita Berahlak Mulai layaknya seorang muslim?

12 05 2009

Jujur

Seorang Muslim harus jujur, tidak suka berdusta. Berani mengatakan yang benar, meskipun mengandung resiko bagi dirinya, tanpa takut celaan orang. Dusta merupakan salah satu sifat buruk dan tercela serta merupakan pintu gerbang menuju godaan-godaan syetan. Menjaga diri dari dosa dusta, akan menciptakan imunitas dalam jiwa yang melindungi dari bisikan dan godaan syetan, sehingga ia tetap di dalam kebersihan, kesucian dan ketinggiannya.

“Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan (ta’at) dan kebaikan itu membawa ke sorga. Dan seseorang membiasakan dirinya berkata benar hingga tercatat di sisi Allah siddiq. Dan dusta membawa kepada dosa sedang dosa membawa ke neraka. Dan seseorang suka berdusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari, Muslim)

Manusia yang selalu melatih diri untuk kebaikan, akhirnya kebaikan itu menjadi tabi’at kebiasaannya. Dan apabila telah menjadi demikian, maka mudahlah ia melakukannya.

“Tinggalkan apa yang kau ragu-ragukan dan kerjakan apa yang tidak kau ragu-ragukan. Sesungguhnya kebenaran membawa ketenangan dan dusta itu menimbulkan keragu-raguan.” (HR. Tirmidzi.)

Perintah kepada orang-orang beriman agar berteman dengan orang-orang yang jujur :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah 9:119)

Tidak Dusta

“Tanda orang munafiq itu tiga. Jika berkata-kata dusta, dan jika berjanji menyalahi dan jika dipercaya khianat.” (HR. Bukhari, Muslim)

Dan sesungguhnya orang-orang munafik akan dilemparkan ke dalam kerak api neraka.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An Nisa 4:145)

Bersabda Rasulullah saw.: Siapa yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpah palsunya, maka Allah telah mewajibkan baginya neraka, dan mengharamkan dari sorga. Seorang bertanya: Walaupun barang sedikit ya Rasulullah? Jawab Nabi: Walau sekecil batang kayu arok (sikat untuk gosok gigi)

Mengambil hak orang lain itu sudah berdosa, maka kalau pengambilan itu disertai dengan sumpah palsu, yang berarti orang itu merasa seolah-olah barang yang diambil itu telah menjadi halal baginya, karena telah menang perkara dengan sumpah palsunya, maka Allah akan menetapkan baginya neraka dan mengharamkannya dari sorga.





Pidato Seorang Pejuang

7 05 2009

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma ‘Ajjil Liwaliyyikal Faraj Wal’Afiah Wannashr. Waj’alna min Khairi Ansharihi wa A’wanini Walmustasyhadina Baina Yadaih.

Segala puji dan syukur khusus milik Allah Yang Adil, Pengasih dan Yang Menginginkan Kebaikan Hamba-Nya.

Salam Allah kepada para nabi ilahi mulai dari Nabi Adam hingga Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan pamungkas para nabi Muhammad saw. Mereka semua adalah penyeru monoteisme, persaudaraan, cinta, kehormatan manusia dan keadilan.

Pimpinan sidang,
Sekjen PBB,
Komisi Tinggi HAM,
Ibu dan bapak,

Kita berkumpul di sini guna melanjutkan konferensi anti rasisme Durban dengan membahas kondisi kekinian dan solusi praktis dalam perjuangan suci dan manusiawi ini. Dalam peristiwa di beberapa abad terakhir telah terjadi banyak kezaliman besar terhadap umat manusia. Di abad pertengahan para ilmuwan dihukum mati. Setelah itu masuk masa perbudakan dan pemburuan manusia tak berdosa lalu memisahkan mereka dari keluarganya dengan mengirimkan mereka ke Eropa dan Amerika dalam kondisi sangat buruk bila dibandingkan jutaan manusia lainnya.

Periode kegelapan yang dibarengi oleh penjajahan berbagai daerah disertai penjarahan kekayaan alam dan pembantaian serta mengungsikan dengan paksa warga tak berdosa. Bertahun-tahun lewat bangsa-bangsa bangkit untuk mengusir para penjajah lalu mendirikan pemerintah independen dan nasional dengan nyawa jutaan manusia.

Gila kekuasaan dalam waktu singkat memaksakan dua perang besar di Eropa dan sebagian dari Asia dan Afrika. Perang yang hasilnya mengorbankan ratusan juta nyawa manusia dan hancurnya lahan-lahan tanah-tanah subur. Mereka yang menang dalam perang menganggap dirinya sebagai jagoan dan pemenang dunia sementara bangsa bangsa lainnya dipandang sebagai pecundang. Mereka lalu membuat undang-undang dan sistem yang zalim, tidak peduli dan bahkan menistakan hak-hak bangsa lain.

Ibu dan bapak,

Pandang Dewan Keamanan PBB sebagai warisan Perang Dunia I dan II. Dengan logika apa mereka mendapatkan keistimewaan dan hak veeto? Nilai-nilai kemanusiaan dan ilahi seperti apa yang bisa menerima logika ini? Dengan keadilan? Dengan persamaan di hadapan hukum? Dengan kehormatan manusia? Atau diskriminasi, ketidakadilan, pelanggaran HAM dan ancaman bagi mayoritas bangsa dan negara di dunia? Ini kondisi dewan tertinggi dan referensi pengambilan keputusan bagi perdamaian dan keamanan dunia! Ketika diskriminasi ada dan sumber hukum tidak lagi keadilan dan kebenaran, tapi arogansi dan kekuatan, bagaimana dapat diharapkan terciptanya keadilan dan perdamaian? Gila kekuasaan dan egoisme sumber rasisme, diskriminasi, agresi dan kezaliman. Sekalipun kini kebanyakan orang-orang rasis juga ikut-ikutan mengecam rasisme dalam slogan dan ucapan mereka, namun ketika beberapa negara kuat punya hak berdasarkan kepentingannya mengambil keputusan untuk negara-negara lain, mereka dengan mudah menginjak-injak hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Dan hal itu telah dilakukan oleh mereka.

Setelah Perang Dunia II dengan alasan orang-orang Yahudi menjadi korban dalam peristiwa holocaust dan dengan agresi mereka mengungsikan sebuah bangsa dan mereka mengirimkan orang-orang Yahudi dari Eropa, Amerika dan dari berbagai negara di dunia tinggal di daerah itu. Mereka akhirnya mendirikan pemerintah yang mutlak berasaskan rasisme di Palestina pendudukan. Sejatinya, alasan untuk menebus kerugian rasisme di Eropa, mereka mendirikan rasisme paling kejam di tempat lain, yaitu Palestina.

Dewan Keamanan PBB mengakui pemerintah perampok ini dan selama 60 tahun membelanya serta memberikan kesempatan rezim ini untuk melakukan segala bentuk\ kejahatan. Lebih buruk dari ini, sejumlah negara Barat dan Amerika merasa berkewajiban untuk membela para rasisme pembantai manusia. Ketika manusia yang masih memiliki hati nurani bersih menyaksikan pengeboman dan pembantaian yang terjadi di Gaza dan mengecam aksi tersebut, mereka malah membela para penjahat. Sebelum itu juga mereka memilih diam di hadapan segala terbongkarnya kejahatan yang dilakukan rezim ini dan mendukungnya.

Saudara-saudara yang mulia, ibu dan bapak,

Apa alasan di balik perang terakhir seperti serangan Amerika ke Irak dan pengiriman besar-besaran tentara ke Afganistan? Apa alasannya selain arogansi pemerintah Amerika waktu itu, tekanan para pemodal dan penguasa untuk melebarkan pengaruh dan hegemoni, menjamin kepentingan para produsen senjata, penghancuran sebuah peradaban ribuan tahun, menghancurkan bahaya potensial dan aktual negara-negara regional terhadap Rezim Zionis Israel dan menjarah sumber-sumber energi Irak? Jujur saja, mengapa ada satu juta orang tewas dan cidera dan jutaan lainnya harus mengungsi? Jujur saja, apakah serangan ke Irak dengan rencana Rezim Zionis Israel dan sekutu mereka di pemerintah Amerika waktu itu yang di satu sisi bersandar pada kekuasaan dan di sisi lainnya bersandar pada para pemilik perusahaan senjata? Apakah dengan mengirimkan pasukan ke Afganistan, perdamaian, keamanan, ketenangan dan kesejahteraan telah kembali di negara ini?

Amerika dan sekutunya tidak mampu bahkan hanya untuk mencegah produksi narkotika. Kehadiran mereka di Afganistan kini malah membuat produksinya meningkat berkali kali lipat!

Pertanyaan pentingnya adalah apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika dan sekutunya waktu itu? Apakah mereka menjadi wakil-wakil dunia? Apakah mereka pilihan bangsa-bangsa di dunia? Apakah rakyat di dunia mewakilkan kepada mereka untuk mengintervensi seluruh dunia (tentunya mereka lebih banyak melakukan intervensi di kawasan kami)? Apakah aksi-aksi pendudukan Irak dan Afganistan bukan bukti dari arogansi, rasisme, diskriminasi, penistaan kehormatan dan kemerdekaan bangsa-bangsa?

Ibu dan bapak,

Siapa penanggung jawab ekonomi dunia setelah terjadi krisis ekonomi dunia? Krisis bermula dari mana? Dari Afrika, Asia atau bermula dari Amerika yang kemudian menyebar ke Eropa dan sekutunya!

Cukup lama mereka memaksakan undang-undang dan peraturan tidak adil ekonomi dengan kekuatan politik dalam interaksi politik dan intenasional. Mereka menetapkan sistem moneter dan keuangan tanpa ada pengawasan internasional. Mereka memaksa seluruh negara dan bangsa di dunia untuk tidak ikut campur dalam proses dan pengambilan kebijakan. Mereka bahkan tidak pernah memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk melakukan pengawasan. Dengan meminggirkan moral dalam berbagai hubungan, mereka membuat undang-undang dan peraturan yang menguntungkan sebuah kelompok penguasa dan kaya. Dengan mendefinisikan sendiri pasar bebas dan persaingan, mereka berhasil menjegal kesempatan pihak lain memindahkan masalah yang dimilikinya ke pihak lain.

Kini puncak krisis puluhan ribu miliar hutang dan ribuan miliar defisit anggaran telah kembali kepada mereka sendiri.

Kini untuk memperbaiki kondisi mereka mulai menyuntikkan ratusan miliar tanpa pendukung dari kantong rakyat Amerika sendiri dan dari seluruh dunia kepada bank bank, perusahaan-perusahaan besar dan pasar moneter yang hampir bangkrut. Dengan cara ini mereka kembali membuat rakyatnya semakin banyak hutan dan masalah menjadi semakin kompleks.

Mereka hanya memikirkan kekuasaannya saja. Bagi mereka masyarakat internasional, bahkan rakyat mereka sendiri tidak bernilai.

Pimpinan sidang, ibu dan bapak,

Akar asli rasisme kembali pada ketidaktahuan akan hakikat manusia sebagai makhluk terpilih dan menyimpang dan jalur kehidupan manusia dan tugas manusia dalam penciptaan. Lalai dari penyembahaan secara sadar kepada Allah dan pemikiran dalam filsafat kehidupan dan jalur kesempurnaan manusia yang berasal dari hasil alami akibat komitmen terhadap nilai-nilai ilahi dan manusiawi. Semua ini menyebabkan tataran cara pandang seorang manusia menjadi turun yang membuatnya hanya memikirkan kepentingan terbatas dan fana sebagai prinsip dalam berlaku. Dengan demikian inti kekuatan yang memiliki sifat setan telah terbentuk. Dengan menghapus kesempatan secara adil bagi pertumbuhan orang lain ia berusaha mengembangkan diri. Sebagaimana dalam bentuk terburuknya berubah menjadi rasisme yang tidak lagi memiliki kekangan dan kini menjadi faktor paling berbahaya yang mengancam perdamaian dunia dan menutup jalan terciptanya kehidapan damai.

Tidak ragu lagi bahwa rasisme harus dinilai sebagai simbol kebodohan dalam sejarah dan tanda-tanda kekolotan di hadapan pertumbuhan manusia umumnya. Dari sini diharapkan kita mencari pengejawantahan rasisme dalam penyebaran kondisi kemiskinan akan ilmu dan ketiadaan pemahaman bagi masyarakat.

Oleh karenanya, solusi asli dalam memerangi fenomena ini adalah menyebarkan pemahaman masyarakat dan memperdalam pemahaman mereka mengenai filsafat keberadaan manusia dan hakikat dunia dengan fokus manusia. Hasilnya adalah kembalinya manusia kepada nilai-nilai spiritual, moral, keutamaan manusia dan kecenderungan kepada Allah. Masyarakat internasional harus dalam sebuah gerakan universal budaya demi menjelaskan lebih luas lagi kepada masyarakat yang terkena penyakit ini dan tentunya mereka terkebelakang. Bila ini dilakukan simbol keburukan dan kekotoran ini bakal tergerus dengan cepat.

Saudara-saudara yang terhormat,

Kini masyarakat internasional menghadapi semacam rasisme yang keburukannya merusak citra manusia di awal mileniuk ketiga dan mempermalukan umat manusia.

Zionisme Internasional simbol mutlak rasisme yang berbohong atas nama agama dan memanfaatkan simpati keagamaan demi menyembunyikan wajah buruknya dari orang orang yang tidak punya informasi. Namun yang harus diperhatikan dengan serius adalah upaya sebagian kekuatan besar dan pemilik kepentingann luas di dunia dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi, pengaruh politik dan media berusaha sekuat tenaga mendukung Rezim Zionis Israel dan mengurangi keburukannya. Di sini sudah bukan masalah kebodohan!

Oleh karenanya, tidak boleh mencukupkan diri dengan aksi-aksi budaya untuk melawan fenomena buruk ini, tapi yang harus dilakukan adalah mengakhiri penyalahgunaan Israel dan para pendukungnya akan lembaga-lembaga internasional sebagai alat politiknya. Dengan menghormati keinginan bangsa-bangsa lain dan memperkuat tekad negara negara untuk mengikis habis rasisme ini serta berani mengambil langkah memperbaiki hubungan internasional.

Tidak ragu lagi kalian semua tahu ada upaya besar kekuatan-kekuatan dunia untuk menyelewengkan tugas penting ini dalam pertemuan ini. Patut disayangkan bahwa diplomasi dukungan terhadap Zionis Israel memiliki arti ikut serta secara transparan dalam setiap aksi kejahatan dan ini menambah tanggung jawab wakil-wakil terhormat yang hadir untuk membongkar aksi anti manusia dan segera memperbaiki hubungan dan perilaku. Harus diketahui bahwa mengenyampingkan kapasitas besar dunia seperti konferensi ini merupakan bukti asli membantu berlanjutnya keberadaan rasisme paling buruk. Konsekwensi membela HAM saat ini pertama adalah membela hak bangsa-bangsa untuk bebas dalam mengambil keputusan penting dunia tanpa campur tangan pihak-pihak lain dan kedua, harus melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki struktur dan hubungan internasional.

Mencermati hal ini, konferensi ini menjadi ujian besar dan opini dunia hari ini dan esok akan menilai apa yang kita lakukan.

Pimpinan sidang, ibu dan bapak,

Kondisi dunia dengan cepat tengah mengarah pada perubahan prinsip. Relasi kekuatan tampak sangat rapuh. Suara patahnya tulang punggung kezaliman dunia telah terdengar. Struktur politik dan ekonomi makro tengah menuju kehancurannya. Krisis politik dan keamanan semakin dalam dan krisis ekonomi yang semakin meluas dan tidak ada secercah harapan untuk untuk memperbaikinya. Berbagai dimensi baik kuantitas dan kualitas transformasi di berbagai bidang untuk maju sangat menakjubkan. Saya berkali kali menekankan agar kembali dari jalur salah dalam mengelola dunia saat ini dan memperingatkan bila terlambat menyikapi masalah ini. Kini dalam konferensi internasional tak ternilai kepada kalian dan setiap pemimpin, pemikir dan kepada semua bangsa di dunia yang haus akan perdamaian, kebebasan, kemajuan dan kesejahteraan saya ingin mengatakan bahwa pengelolaan tidak adil yang menguasai dunia telah berakhir!

Kebuntuan ini tidak dapat dihindarkan karena muncul dari logika pengelolaan yang bersumber dari pemaksaan zalim. Karena logika gerakan dunia merupakan gerakan transenden, punya tujuan, manusia sebagai fokus dan kecenderungan kepada Allah. Gerakan yang akan melawan setiap kebijakan dan program yang tidak memihak kepentingan bangsa-bangsa dunia. Kemenangan kebenaran atas kebatilan dan masa depan cerah manusia berdasarkan sistem dunia yang adil merupakan janji Allah dan para nabi, bahkan harapan seluruh masyarakat dan generasi. Terciptanya masa depan seperti ini merupakan konsekwensi dari kebijaksanaan dalam penciptaan dan menjadi kepercayaan semua hati orang yang percaya kepada Allah dan posisi tak ternilai manusia.

Pembentukan masyarakat dunia praktis memungkinkan terciptanya sistem bersama dunia dan dengan ikutnya para ilmuwan, para pemimpin dan masyarakat dunia untuk ikut serta secara aktif dan adil dalam pengambilan keputusan makro dan prinsip merupakan jalur pasti dari tujuan besar ini. Kini kapasitas keilmuan, teknik, dan teknologi informasi dan komunikasi mampu membentuk pemahaman bersama dan luas dari masyarakat dunia dan sebagai sarana bagi terciptanya satu sistem bersama. Kini tanggung jawab besar ini berada di pundak para pendidik, ilmuwan dan negarawan seluruh dunia yang percaya akan jalan pasti ini mampu memainkan peran historisnya. Saatnya saya ingin menekankan satu hakikat bahwa Kapitalisme Barat sama dengan Komunisme telah berakhir karena tidak mampu melihat manusia sebagai apa adanya dan berusaha untuk memaksakan jalan dan tujuan yang diciptakan untuk manusia. Ketimbang memperhatikan nilai-nilai manusia dan ilahi, keadilan, kebebasan cinta dan persaudaraan, malah menjadikan persaingan keras guna meraih kepentingan materi, individu dan kelompok sebagai prinsip hidupnya.

Kini dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memahami keharusan mengubah jalan dan kondisi saat ini, mari kita semua bertekad untuk berusaha di segala bidang. Sekaitan dengan hal ini dan sebagai pembicaraan terakhir, saya mengajak semua untuk memperhatikan dua poin penting:

1. Perubahan kondisi dunia dan itu pasti bisa dilakukan, namun perlu diketahui bahwa hal ini hanya dapat dilakukan dengan kerjasama seluruh negara dan bangsa. Oleh karenananya, harus memanfaatkan seluruh kapasitas yang ada untuk kerjasama internasional. Kehadiran saya dalam konferensi ini sebagai penghormatan atas masalah penting begitu juga masalah HAM dan pembelaan hak-hak bangsa dalam menghadapi fenomena buruk rasisme bersama kalian para ilmuwan.

2. Mencermati tidak berfungsinya sistem-sistem yang ada dan relasi politik, ekonomi, keamanan dan budaya internasional perlu melakukan perubahan dalam struktur yang ada dengan memperhatikan nilai-nilai ilahi dan manusiawi, analisa yang benar dan realistis mengenai manusia, berdasarkan keadilan dan memberikan nilai kepada hak semua manusia di seluruh dunia, para hegemoni harus mengakui kesalahan sebelumnya dan mengubah cara berpikir dan berlaku. Sekaitan dengan masalah ini, perubahan segera Dewan Keamanan PBB, menghapus keistimewaan diskriminatif hak veto, perubahan sistem moneter dan keuangan dunia harus segera dijadikan agenda untuk dibicarakan. Jelas, tidak memahami pentingnya perubahan segera sama dengan biaya lebih besar perubahaan itu sendiri.

Saudara-saudara saya yang terhormat,

Ketahuilah, gerakan menuju keadilan dan kemulian manusia bak gerak cepat dalam arus air. Jangan sampai kita melupakan eliksir cinta. Kepastian masa depan cerah bagi manusia merupakan modal besar yang mampu membuat kita semakin mengerti dan berharap untuk berusaha menciptakan dunia yang penuh dengan cinta, nikmat, tidak ada lagi kemiskinan, semua mendapat rahmat Allah dalam kepemimpinan manusia sempurna. Mari kita berusaha untuk memiliki saham dalam masalah penting ini!

Dengan harapan akan hari cerah dan indah!

Kepada pemimpin sidang, Sekjen PBB dan kepada kalian semua yang mendengarkan pidato ini, saya mengucapkan terima kasih banyak.

Semoga sukses dan tetap jaya.





Iman Adalah Kehidupan

4 05 2009

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan. Mereka ini, selamanya akan berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kemurkaan, dan kehinaan. {Dan, barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.} (QS. Thaha: 124) Tak ada sesuatu yang dapat membahagiakan jiwa, membersibkannya, menyucikannya, membuatnya bahagia, dan mengusir kegundahan darinya, selain keimanan yang benar kepada Allah s.w.t., Rabb semesta alam. Singkatnya, kehidupan akan terasa hambar tanpa iman. Dalam pandangan para pembangkang Allah yang sama sekali tidak beriman, cara terbaik untuk menenangkan jiwa adalah dengan bunuh diri. Menurut mereka, dengan bunuh diri orang akan terbebas dari segala tekanan, kegelapan, dan bencana dalam hidupnya. Betapa malangnya hidup yang miskin iman! Dan betapa pedihnya siksa dan azab yang akan dirasakan oleh orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Allah di akherat kelak! {Dan, (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat sesat.} (QS. Al-An’am: 110) Kini, sudah saatnya dunia menerima dengan tulus ikhlas dan beriman dengan sesungguhnya bahwa “tidak ada llah selain Allah”. Betapapun, pengalaman dan uji coba manusia sepanjang sejarah kehidupan dunia ini dari abad ke abad telah membuktikan banyak hal; menyadarkan akal bahwa berhala-berhala itu takhayul belaka, kekafiran itu sumber petaka, pembangkangan itu dusta, para rasul itu benar adanya, dan Allah benarbenar Sang Pemilik kerajaan bumi dan langit— segala puji bagi Allah dan Dia sungguh-sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu. Seberapa besar — kuat atau lemah, hangat atau dingin — iman Anda, maka sebatas itu pula kebahagiaan, ketentraman, kedamaian dan ketenangan Anda. {Barangsiapa mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.} (QS. An-Nahl: 97) Maksud kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) dalam ayat ini adalah ketenangan jiwa mereka dikarenakan janji baik Rabb mereka, keteguhan hati mereka dalam mencintai Dzat yang menciptakan mereka, kesucian nurani mereka dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah, dan keikhlasan mereka dalam menerima takdir. Dan itu semua adalah karena mereka benar-benar yakin dan tulus menerima bahwa Allah adalah Rabb mereka, Islam agama mereka, dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang diutus Allah untuk mereka.

Sumber : http://epajak.org/abg/free-monitor-nasihat/iman-adalah-kehidupan





Koalisi PilPres 2009

29 04 2009

Sering kita membaca, mendengar bahkan melihat beritanya di televisi dan media berita lainnya, tentang kolasi parpol dalam meloloskan calonnya untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia, peta koalisi yang sudah terlihat kemungkina besar akan terbentuk dalam dua koalisi besar, ya itu PKS yang merapat ke Demokrat, serta bergening koalisi yang dilakukan Golkar, PDIP, Gerinda, PAN dan lain-lain.

koalisi yang aneh justru dilakukan PKS secara azas mereka sangatlah berbeda dengan demokrat, ntah mengapa dari waktu ke waktu tidak pernah penulis melihat PKS berkoalisi dengan yang satu azas, ini ada sinyal aneh, apakah mungkin PKS hanya mencari aman guna bisa menancapkan kaki kakinya di jajaran kabinet atau bgm?

yang lebih parah dilakukan oleh partai yang berhaluan islam lainnya dimana untuk menjegal seseorang yang tidak disukai real berkoalisi dengan yang azas nya 180derajat beda dengan mereka, jadi bagi penulis ini sangat mengheran kalau mau berpandangan pada ideologi dan idealisme, namun halnya lain jika berpandangan kepada 3 unsur pokok dalam kehidupan

1. harta

2. tahta

3. wanita

harta jelas jelas tujuan pokok dari sebuah jabatan adalah harta knapa penulis bilang harta, kalau jabatan tersebut tidak ada gajinya tdk ada projecnya sedikit sekali yang ingin menjabat posisi tersebut.

tahta ya jabatan itu sendiri, yang dikejar adalah kedudukan jabatan dengan menghalalkan segala cara dan mengharamkan segala cara.

wanita, banyak pejabat yang berantakan rumah tangga setelah mejabat karena disekelilingnya adalah wanita wanita, dari mulai kepala desa hingga ke presiden, selalu dibumbuin wanita, selingkuh baik dengan artis maupun dengan rekan sejawat itu sudah hal yang biasa, bahkan banyak pejabat termasuk anggota dewan yang sudah menghalalkan yang namanya sex bebas, knapa begitu banyak kok anggota dewan terhormat yang main perempuan, contoh kecil saja kasus maria eva bukan? itu hanya bagian kecil saja.





Golput Bukan Solusi?

7 04 2009

banyak praktisi politik dari kalangan partai-partai bebasis islam mengatakan begitu, dengan alasan peraturan KPU berapa persenpun pemilih yang menggunakan HAK pilihnya DPR akan tetap penuh, masalahnya bukan terletak pada atuaran itu, apa yang ingin golput berikan adalah pembelajaran buat praktisi praktisi politik itu sendiri.

salah benar jika golput diartikan kita tidak suka sama KPU dan pemerintah, itu salah besar bung, kami golput karena kami ingin kasih kalian pelajar bahwa tingkah laku kalian itu kurang baik, anda mengatakan Golput Haram, saya juga bisa mengatakan Partai berasas islam koalisi dengan yang tidak berasas islam juga Haram kerana masih banyak partai yang satu asas knapa tidak berkoalisi saja bukan. camkan itu..

kekecewaan kami bukan terletak pada pemerintah dan KPU semata, kekecewaan kami terletak pada kalian partai partai dan gerak gerak kalian dimana lebih mimilih koalisi dengan yang tidak satu ajas, dan lebih parah lagi kalain ramai ketika mau pemilu saat masyarakat membutuhkan kalian kemana? diem di DPR diam di kantor partai.

jangan bilang golput bukan solusi tetapi tanya dan cari tau kenapa rakyat banyak golput?

wasalam

perlawanan anti demokrasi liberal





Mayat Laki-laki tua ditemukan di Kuningan Barat

4 04 2009

mayatPoto ini diambil langsung di tempat perkara, dimana diketemukannya sosok maya paruh baya, yang tidak diketauhi identitasnya… di Jl.terusan kuningan hr rasuna said  antara lampu merah mampang dan kuningan.

maya langsung di identifikasi oleh polsek mampang dan kemudian di bawa ke rscm untuk diotopsi

dari keterangan warga orang tersebut kurang lebih jam 5 masih berkeliaran di sekitar mampang di di kira orang tersebut orang gila, jam 5 sore berjalan menuju arah kuningan dengan mulut berbusa, dan pada magrib sekitar jam 6 ditemukan telah tercebur di selokan dengan sudah tidak bernafas lagi..





Pemilu 2009

25 03 2009

Pemlihan umum 2009, bagi sebagian orang terutama kader dan simpatisan partai adalah betul betul ajak pesta demokrasi, tetapi bagi sebagain orang yang lebih berfikir jernih yang ada bukan pesta demokrasi namun pesta hura hura menghambur-hamburkan dana, tidak efisien dan tidak efektif, sehingga timbul bahkan muncul orang tidak memilih atau golput yang sangat banyak bahkan bisa mencapai 50% knapa seperti itu idealnya pemerintah dan petinggi partai jangan menyalahkan rakyat yang tidak memilih tetapi bercerminlah pada diri sendiri, bercerminlah pada tingkah laku sendiri, partai dan pimpinan negara yang memang wakil dari partai, apa yang harus di cerminin apa yang harus di cermati :

1. tingkah laku partai secara lembaga dan perorangan

2. banyaknya partai dibentuk bukan karena memang perlu di bentuk namun karena atas dasar kekecewaan atas pimpinan partai sebelumnya

3. memasang atribut partai sembarangan

4. partai peduli rakyat hanya saat mau pemilu saja selebihnya sibuk dengan jabatan sbg anggota dewan dan lain-lain

5. pimpinan negara yang tidak pernah tegas terhadap asing hanya bisa tegas terhadap kelompok2 kecil bangsa sendiri

6. tidak pernah tegas terhadap pemberontak dan oknum-oknum pemekaraan wilayah

7. pemekaraan wilayah bukan atas dasar kerakyatan namun karena kecewa dan merasa dianak tirikan

8. saling caci maki diantara pimpinan parpol

9. arogan ke rakyat sendiri santun ke bangsa asing

10. dan masih banyak lagi, seperti pimpinan parpol dan para caleg terkena penyakit sindromseleb

penyakit inilah yang paling parah sindrom seleb, dimana untuk menjadi pemimpin bukan otak dan gaya kepemimpinan yang di utama namun ketenaran dan keterkenalan saja, sama halnya dengan pemain sirkus.

–bersambung–





Gaji DPR (woooww) Keren

18 03 2009

Pemilu 2009 adalah pemilu terbanyak yang melibatkan caleg atau calon legislatif, sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR? Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu · rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi : Gaji pokok : Rp 15.510.000 Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000 Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000 Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000 Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000 Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000 Total : Rp 46.100.000/bulan Total Pertahun : Rp 554.000.000 Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni. Gaji ke-13 :Rp 16.400.000 Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000 Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu: Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat. Sumber: www.kabarinews. com http://warnadunia. com/rahasia- kenapa… i-anggota- dpr/





Kontekstualisasi Semangat Maulid

16 03 2009

Senin lalu umat Islam memperingati hari Maulid Nabi Muhammad Saw. Berbagai acara diadakan memeringati momentum istimewa itu, peringatan Maulid Nabi ini yang di kenal sebagai Muludan oleh masyarakat Jawa, bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain sesuai dengan kultur dan tradisi masyarakat setempat. Namun intinya tetap sama, memeringati hari lahirnya manusia agung yang dalam bahasa agama disebut sebagai INSAN AL-KAMIL (manusia paripurna).

Memang ada sebagain kalangan yang tidak menyetujui perayaan Maulid Nabi. Perayaan ini menurut mereka tidak mempunya landasan hukum dalam al-Qur’an maupun Hadits dan juga tidak dipraktikan oleh Rasulullah Saw, sahabat, tabi’in, ataupun tabi’it tabi’in, karena itu tambah mereka, perayaan ini dikatergorikan sebagai bid’ah.

kita tidak ingin mempertentangkan kelompok yang mengatakan peringatan Maulid adalah ritual mesti dijalankan, dengan kelompok lain yang menganggap maulid sebagai perbuatan yang mengada-ada atau bid’ah. terlepas dari dua pendapat tersebut, penulis ingin mengangkat semangat perayaan Maulid Nabi Saw yang “dipopulerkan” oleh Sulatan SalahuddinnAl Ayyubi untuk kemudian dikontektualisasi dengan kondisi kekinian umat islam.

Sejarah Perayaan Maulid

Salahuddin Al Ayyubi dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama “Saladin” berasal dari dinasti Ayyub (setingkat gubernur) Ia memerintah dari tahun 1174-1193 M atau 570-790 H, Ia bukanlah orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi, Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia.

pada masa itu dunia islam sedang mendapatkan serangan-serangan gelombang demi gelombang dari berbagai bangsa Eropa (Prancis, Jerman, Inggris). inilah yang dikenal dengan Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 laskar Eropa merebut Yerusalem. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan (Jihad) (sama seperti sekrang), dan persaudaran (Ukhuwah) (sama seperti sekarang), sebab secara politis terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan, meskipun khalifah tetap satu, yaitu Bani Abbas di Bagdad, sebagai lambang persatuan spiritual.

Guna menghidupkan daya juang (Jihad) umat Islam untuk merebut kembali Yerusalem, Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah di Baghdad yakni An-Nashir agar umat Islam di seluruh dunia merayakan hari Lahir Nabi Muhammad saw. Menurut Salahuddin semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada nabi mereka. Ternyata ide yang dilontarkan Salahuddin ini disambut baik oleh Khalifah.

Maka, pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa baramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan intruksi kepada seluruh jemaah haji. Ia mengimbau agar jemaah haji setelah kembali ke kampungnya masing-masing mensosialisasikan perayaan Maulid Nabi. Salahuddin menyatakan bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M), setiap tanggal 12 Rabiul-Awal, dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dan diisi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat juang umat Islam.

Salahuddin ditentang oleh para ulama, sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuman ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikatergorikan bid’ah yang terlarang.

Ternyata peringatan Maulid Nabi yang di selenggarakan Sultan Salahuddin itu menimbulkan efek yang luar biasa, semangat umat Islam menghadapi bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583M) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa.

Di bawah kepemimpinannya, perang salib diakhiri dengan sedikit korban. Tak seperti tentara Salib menduduki Jerusalem dan membunuh semua Muslim yang tersisa, pasukan Salahuddin mengawal umat Kristen dan memastikan jiwa mereka selamat saat keluar dari Jerusalem. Begitulah Akhlak Islam dalam perang yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Maulid Kontekstual

Berangkat dari latar belakang historis Maulid tersebut, jelas bahwa Maulid itu sangat tergantung pada konteks. Jika dahulu Salahuddin berhadapan dengan tentara Salib, bagaimana dengan kondisi umat Islam sekarang? untuk itu diperlukan kejelian dalam melihat permasalahan-permasalahan yang dihadapi umat Islam saat ini.

Di antara persoalan-persoalan besar yang dihadapi adalah kemelaratan, kemiskinan, dan kebodohan serta perpecahan ditubuh umat Islam yang terkadang berakhir dengan konflik berdarah. Keempat persoalan tersebut adalah masalah klasik yang belum terpecahkan sampai detik ini. Adapun permasalahan kontemporer yang dihadapi umat adalah, terorisme, kekerasan atas nama agama, tatanan dunia yang tidak adil, korupsi, narkoba, judi, pornografi, nepotisme, dan hal-hal lain yang berbau takhayul.

Isu-isu ini semestinya diangkat oleh mubaligh, ustaz, da’i kepermukaan dan dibicarakan dalam peringatan Maulid. Syukur-syukur kita mampu menemukan jalan keluarnya. Adalah lebih baik, jika dari sebuah peringatan maulid kita dapat melahirkan sebuah aksi nyata atau program yang kongkrit yang bisa langsung dirasakan masyarakat seperti pemberdayaan di bidang pendidikan dan ekonomi.

Pemberdayaan di dua bidang ini mempunyai peral sentral dalam menangkis umat dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Kebodohan dan kemiskinan umat Isalm ini mesti secepatnya dihilangkan karena dua hal ini merupakan satu faktir utama yang menyerambahkan umat Islam dalam aksi kekerasan atau terorisme, perbuatan yang meluluhlantakan citra Islam sebagai agama damai di tengah percaturan politik global.

Jika maulid tidak lagi kontekstual, tidak mempunya daya “pecut” menggugah semangat juang kita untuk melakukan langkah kongkret bagi kemajuan dan kemakmuran, hanya sebatas emosional saja, sangat dikhawatirkan umat Islam akan terlempar pada romantisme sejarah. Perlahan namun pasti kita pun mengkultuskan Nabi Muhammad Saw sebagai orang suci yang memiliki keistimewaan ketuhanan. Padahal al-Qur’an menyebut Nabi Muhammad Saw sebagai manusia biasa.

Hal ini didasarkan pada Firman Allah Swt yang berbunyi :

“katakanlah” ’sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa’ Barang siapang mengharap perjumaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan  seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya,”

(QS al- Kahfi 18 : 110)

Penegasan al-Qur’an bahwa Rosulullah Saw adalah manusia biasa, sama seperti kita, Membuatnya menjadi sangat istimewa, karena sebagai manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, tidak seperti malaikat. Rasulullah Saw berhasil melepaskan diri dari jerat hawa nafsu dan tampil sebagai Insan al-kamil, manusia yang senantiasa hidup dalam tuntunan nilai-nilai Ilahi, “Wallahu a’lamu bissalamah.”

Ditulis ulang oleh Agus Pakusarakan

bersumber dari Buletin Jum’at “Sirotul Mustakim” No. 249 Th. VI Jum’at 2, 16 Rabiul Awal 1430H/13 maret 2009M





Tender Pengadaan SIMRS

14 03 2009

Pengadaan sistem baru maupun perubahan sistem lama di rumah sakit sering terjadi baik itu karena system sudah tidak support lagi dengan perkembangan teknologi maupun karena pergantian kepemimpinan, ada yang sangat mengelikan di rumah sakit rumah sakit pemerintah khususnya sebuah system sebagus dan seberhasil apapun tidak akan berarti apa-apa jika terjadi kepemimpinan baru karena di negeri kita ini, ada istilah ganti pimpinan ganti kebijikan ganti sistem, efek bagusnya akan berkembangan sistem jika pergantian sistem itu dilakukan dengan tidak mengubah paling tidak tampilan sistem di user sehingga tidak memelukan lagi pelatihan dan training yang itu sangat membuat user jenuh sehingga kinerja kerja jadi menurun.

sebuah system informasi rumah sakit yang sudah berjalan baik userpun sudah menikmati kemudah-kemudahan dalam pekerjaan manajemanpun sudah bisa mendapatkan laporan yang tepat dan akurat, sayang sungguh sayang jika terjadi kepemimpinan tak ayal lagi akan diganti jika :

1. pimpinan baru mempunya vendor baru atau mungkin punya system sendiri

2. pimpinan yang tidak pernah memikirkan pekerjaan bahwan sehingga yang di fikirkan bagaimana mencarikan anggaran.

3. istilah penghabisan anggaran setiap akhir tahun

4. adanya penilai yang salah dimana instansi yang anggarannya tidak habis kinerjanya tidak bagus

solusi untuk ke empat masalah tersebut adalah

1. Pimpinan harus turun dan bertanya sama user-user yang ada di lapangan langsung bagaiman sistem yang skrang membantu pekerjaanya.

2. Pimpinan jangan dijadikan ajak memperkaya diri sendiri keluarga dan golongan

3. kalau pekerjaan sudah maximal buat apa menghabis anggaran buat yang tidak perlu sehingga terjadi belanja di akhir tahun sampai hal2 terkecil yang sangat sangat tidak perlu

4. mengubah pola penilai instansi, dan memberikan penghargaan bagi yang meningkat kinerja kerja dan priduktivitasnya dan bisa mengefesiensikan anggaran.

semua itu bisa terjadi jika kita di pimpin seorang PRESIDEN yang adil, amanah dan mempunya misi jauh untuk memajukan bangsa dan mengembalikan kedaulatan NKRI yang tercabik cabik.

tender pengadaan SIMRS sering kali di lempar ke public hanya untuk mengelabui supaya manipulasi dan nepostime tidak tercium dan terbongkar sehingga dibuatlah skenari seolah2 dibuat tender terbuka padahal itu penunjukan langsung bahkan bisa saja sipemenang tender sudah mendaftarkan lebih dari 3 perusahaan untuk mengikut proses tendernya.

itulah wajah ahklak negeri tercinta ini.

disalah satu intansi pemerintah di jakarta tentu saja sebuah rumah sakit, pengadaan bisa di kendalikan dan dimenangkan oleh anak dari seorang direktur utama dan menteri padahal kalau di runut mereka tidak memilik produk apa lagi tenaga ahli yang akhirnya pekerjaan di outsource tentu dengan harga akan jauh dibawah anggaran yang sesungguhnya, sebagai gambaran penulis pernah mendapatkan subkontraktor pengerjaan sistem informasi rumah sakit di pulau sumatera, dalam perjanjian kontrak nilai project tertera sekitar 800 juta lebihm namun ke pemilik produk dan tenaga ahli hanya 160jt, maka hasil dari produk tersebut pun seharga 160 juta tentunya.

jadi waja jika banyak sistem gagal di pemerintahan karena terlalu banyak tangan bahkan seorang kepala pemerintahan daerah dan dirut pun meminta bagian yang tidak sedikit bahkan lebih besar dari 160jt yangm asuk ke pemilik produk dan tenaga ahli..

parah kan…